Madura Strait Open Water Challenge

2026

Madura Strait Open Water Challenge for Timbulsloko

Di Dukuh Timbulsloko, Jawa Tengah, sekitar 95 keluarga masih bertahan di tengah perubahan lingkungan yang terus berlangsung. 

Di antara mereka, terdapat lebih dari 70 anak-anak yang tumbuh dan menjalani keseharian di kampung pesisir yang kini menghadapi abrasi dan banjir rob hampir setiap hari.  Sejak 2017, laut perlahan mengambil kembali daratan yang dahulu menjadi tempat warga menjalani kehidupan. Jalan-jalan yang dulu menghubungkan rumah kini lebih sering tergenang air laut, sementara halaman tempat anak-anak bermain perlahan menghilang. Jembatan-jembatan kayu menjadi satu-satunya akses yang menghubungkan rumah, sekolah, dan aktivitas warga sehari-hari. Perubahan ini juga membuat kebutuhan dasar semakin sulit dipenuhi. Akses terhadap air bersih semakin terbatas, sanitasi terus terdampak banjir rob, dan warga harus terus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah dari tahun ke tahun.

jembatan tbs

Namun, Timbulsloko bukan hanya tentang kehilangan. Di tengah berbagai keterbatasan, masih ada perempuan-perempuan nelayan yang memilih tetap berdiri. Melalui Kelompok Nelayan Perempuan Puspita Bahari, mereka mencari nafkah, saling menguatkan, mengembangkan usaha berbasis hasil laut, sekaligus menyuarakan kondisi kampung mereka kepada publik. Mereka menjadi bukti bahwa meski ruang hidup terus menyusut, harapan masih terus dijaga.

Inilah harapan yang ingin kami selamatkan. Bukan sekadar membangun infrastruktur atau memperbaiki akses, tetapi menjaga agar masyarakat yang telah puluhan tahun hidup berdampingan dengan laut tetap memiliki masa depan. Agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk bermimpi, perempuan nelayan terus berkarya, dan Dukuh Timbulsloko tetap memiliki harapan untuk bertahan.

puspita bahari