Di Dukuh Timbulsloko, Jawa Tengah, sekitar 95 keluarga masih bertahan di tengah perubahan lingkungan yang terus berlangsung.
Namun, Timbulsloko bukan hanya tentang kehilangan. Di tengah berbagai keterbatasan, masih ada perempuan-perempuan nelayan yang memilih tetap berdiri. Melalui Kelompok Nelayan Perempuan Puspita Bahari, mereka mencari nafkah, saling menguatkan, mengembangkan usaha berbasis hasil laut, sekaligus menyuarakan kondisi kampung mereka kepada publik. Mereka menjadi bukti bahwa meski ruang hidup terus menyusut, harapan masih terus dijaga.
Inilah harapan yang ingin kami selamatkan. Bukan sekadar membangun infrastruktur atau memperbaiki akses, tetapi menjaga agar masyarakat yang telah puluhan tahun hidup berdampingan dengan laut tetap memiliki masa depan. Agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk bermimpi, perempuan nelayan terus berkarya, dan Dukuh Timbulsloko tetap memiliki harapan untuk bertahan.